Yang lain selain : Prige Tah ???
oleh AA 4360 MFBanyak cara menunjukkan gaya khas sebagai orang Wonosobo. Salah satunya adalah dengan bahasa percakapan. Bahasa Wonosobo adalah bagian dari Bahasa Jawa. Bahasa Wonosobo memiliki ciri khas yang tidak dimiliki daerah lain di Jawa khususnya Jawa Tengah. Kekhasan itu salah satunya disebabkan karena letak wilayah Wonosobo yang berada diantara dua Karisidenan, yaitu Karisidenan Banyumas dengan bahasa Banyumas yang khas dan Karisidenan Kedu dengan pengaruh Bahasa Jawa Yogyakarta dan Solo.
Keinginan saya menyusun dan mengumpulkan kosa kata bahasa Wonosobo-nan di blog ini semata-mata didasari oleh keinginan untuk melestarikan bahasa tanah kelahiran saya. Tidak lebih dan tidak kurang. Dan hanya kata istimewa (khas) saja yang saya tulis disini.
- Deke, De’e (huruf “e” diucapkan seperti saat kita mengucapkan hutuf “e” pada kata sate dalam Bahasa Indonesia) artinya kamu. Kata deke atau de’e biasa diucapkan antar sesama teman, orang sebaya atau orang yang lebih muda.
- Nyong, enyong (huruf “e” diucapkan seperti saat kita mengucapkan hutuf “e” pada kata elang dalam Bahasa Indonesia) artinya adalah saya atau aku. Kata nyong atau enyong biasa diucapkan antar sesama teman, orang sebaya atau orang yang lebih muda.
- Ho’oh artinya ya (tanda setuju)
- Jidor, porah artinya biarkan saja
- Andak artinya “apa iya?”. Biasanya ducapkan ketika kita menunjukkan rasa ketidak percayaan terhadap sesuatu. Kata “andak” banyak digunakan d daerah selatan Wonosobo (kecamatan Sapuran, Kecamatan Kepil dan Kecamatan Kalibawang)
- Mayo, Mage (huruf “e” diucapkan seperti saat kita mengucapkan hutuf “e” pada kata sate dalam Bahasa Indonesia) artinya ayo.
- Andan wingi artinya hari sebelum kemarin.
- Njagong, Njegok (huruf “e” diucapkan seperti saat kita mengucapkan hutuf “e” pada kata sate dalam Bahasa Indonesia) artinya duduk
- Menyat (huruf “e” diucapkan seperti saat kita mengucapkan hutuf “e” pada kata elang dalam Bahasa Indonesia) artinya bangkit atau berdiri dari posisi sebelumnya.
- Nglegereng (huruf “e” pertama diucapkan seperti saat kita mengucapkan hutuf “e” pada kata elang dalam Bahasa Indonesia, huruf “e” berikutnya diucapkan seperti kita mengucapkan huruf “e” pada kata gareng) artinya berbaring.
- Ndebruk (huruf “e” diucapkan seperti saat kita mengucapkan hutuf “e” pada kata sate dalam Bahasa Indonesia) artinya buang air besar. Merupakan salah satu kata kasar.
Maaf, cuma re post ngambil dari sini


selamat datang dan selamat menempuh pelajaran yang sangat mengenakkan di bangku kuliah bagi para mahasiswa baru..jangan lupa sering kunjungi web kita dan beri komentar yang positif buat para anggota ikamawon baik yang tua to yang muda ha ha ha…..kaya ketua ikamawon pertama moga cepat dapat jodoh dan cepat meninggalkan jogja…..(wisuda).
Waduh, kalo meninggalkan Jogjanya nunggu dapet jodoh dan wisuda kayaknya bakalan lama tuh..he he he…pizz..