Jun
18

Yang lain selain : Prige Tah ???

Banyak cara menunjukkan gaya khas sebagai orang Wonosobo. Salah satunya adalah dengan bahasa percakapan. Bahasa Wonosobo adalah bagian dari Bahasa Jawa. Bahasa Wonosobo memiliki ciri khas yang tidak dimiliki daerah lain di Jawa khususnya Jawa Tengah. Kekhasan itu salah satunya disebabkan karena letak wilayah Wonosobo yang berada diantara dua Karisidenan, yaitu Karisidenan Banyumas dengan bahasa Banyumas yang khas dan Karisidenan Kedu dengan pengaruh Bahasa Jawa Yogyakarta dan Solo.
Keinginan saya menyusun dan mengumpulkan kosa kata bahasa Wonosobo-nan di blog ini semata-mata didasari oleh keinginan untuk melestarikan bahasa tanah kelahiran saya. Tidak lebih dan tidak kurang. Dan hanya kata istimewa (khas) saja yang saya tulis disini.

  • Deke, De’e (huruf “e” diucapkan seperti saat kita mengucapkan hutuf “e” pada kata sate dalam Bahasa Indonesia) artinya kamu. Kata deke atau de’e biasa diucapkan antar sesama teman, orang sebaya atau orang yang lebih muda.
  • Nyong, enyong (huruf “e” diucapkan seperti saat kita mengucapkan hutuf “e” pada kata elang dalam Bahasa Indonesia) artinya adalah saya atau aku. Kata nyong atau enyong biasa diucapkan antar sesama teman, orang sebaya atau orang yang lebih muda.
  • Ho’oh artinya ya (tanda setuju)
  • Jidor, porah artinya biarkan saja
  • Andak artinya “apa iya?”. Biasanya ducapkan ketika kita menunjukkan rasa ketidak percayaan terhadap sesuatu. Kata “andak” banyak digunakan d daerah selatan Wonosobo (kecamatan Sapuran, Kecamatan Kepil dan Kecamatan Kalibawang)
  • Mayo, Mage (huruf “e” diucapkan seperti saat kita mengucapkan hutuf “e” pada kata sate dalam Bahasa Indonesia) artinya ayo.
  • Andan wingi artinya hari sebelum kemarin.
  • Njagong, Njegok (huruf “e” diucapkan seperti saat kita mengucapkan hutuf “e” pada kata sate dalam Bahasa Indonesia) artinya duduk
  • Menyat (huruf “e” diucapkan seperti saat kita mengucapkan hutuf “e” pada kata elang dalam Bahasa Indonesia) artinya bangkit atau berdiri dari posisi sebelumnya.
  • Nglegereng (huruf “e” pertama diucapkan seperti saat kita mengucapkan hutuf “e” pada kata elang dalam Bahasa Indonesia, huruf “e” berikutnya diucapkan seperti kita mengucapkan huruf “e” pada kata gareng) artinya berbaring.
  • Ndebruk (huruf “e” diucapkan seperti saat kita mengucapkan hutuf “e” pada kata sate dalam Bahasa Indonesia) artinya buang air besar. Merupakan salah satu kata kasar.

Maaf, cuma re post ngambil dari sini

Jun
17

Bersih”… Wonosobo Bersih”..

Biasanya kalo baca KR yang bagian berita daerah kedu dan sekitarnya biasanya isinya pasti ga seru” dan ga bisa bikin pembaca yang berasal dari daerah itu merasa bangga. Tetapi kemarin hal itu menjadi lain ketika membaca Kedaulatan Rakyat dan nampang dengan keren disitu berita Wonosobo memperoleh Adipura Kencana lagi Tahun ini. Hmm…Selamat.. selamat…. ayo makan”.. [Halah ujung”e kok mangan”]. Ini neh cuplikan berita lengkap dari salah satu media surat kabar.

WONOSOBO-Kabupaten Wonosobo berhasil mempertahankan predikat kota kecil terbersih kembali meraih piala Adipura. Kabupaten Wonosobo merupakan satu di antara 6 kabupaten di Jateng yang masuk kategori kota kecil terbersih. Yakni Kabupaten Banjarnegara, Sragen, Pati, Karanganyar, Boyolali dan Wonosobo. Sedangkan Kabupaten Jepara dan Kota Magelang menerima Adipura untuk kategori kota sedang.

Penerima piala lambang kebersihan bertambah mencapai 94 kabupaten kota dari tahun lalu yang hanya 84. Dengan kategori kota metropolitan, kota besar, kota sedang dan kota kecil. Untuk kota besar tidak ada yang menerima. “Saya menerima langsung piala Adipura Kamis malam dari Presiden SBY,” ujar Wakil Bupati Wonosobo H. Muntohar kemarin (6/6) di gedung Setda.

Piala Adipura diberikan kepada daerah sebagai bentuk penghargaan pemerintah pusat kepada masyarakat yang menerapkan kebersihan dan lingkungan sehat. Diharapkan pada tahun-tahun mendatang piala tersebut tetap diterima Wonosobo. Bila sampai lima tahun berturut-turut, akan menerima Adipura Bangun Praja. “Sudah dua tahun ini Wonosobo mendapatkan Adipura, jangan dilepaskan lagi. Harus dipertahankan terus,” tandasnya.

Penghargaan ini, menurut dia, hasil dari kerja keras pemerintah bersinergi dengan seluruh masyarakat. Menurut catatan, sebelumnya Wonosobo mulai menerima Adipura tahun 1990 sampai 1997. Tiga di antaranya berhasil diraih adipura kencana, tahun 1993, 1994 dan 1996. Setelah tahun 1997, terjadi krisis moneter, program adipura pun tidak lagi digelar. Adipura direbut lagi pada tahun lalu.

Rencananya hari ini, piala kebanggaan itu akan diarak keliling kota. Dimulai dari Kledung-Kertek kemudian masuk ke Kota Wonosobo. Melewati Jalan Kiai Muntang-Jl Ahmad Yani- Sapen. Kemudian diarak lagi ke alun-alun kota menuju ke pendopo kabupaten. Arak-arakan ini melibatkan duta wisata, camat, lurah kota, pasukan kuning, para ketua RW dengan diiringi dokar, sepeda motor serta kesenian tradisional. (lis/ida) 

diambil dari sini

Sekali lagi selamat buat Pemerintah dan Warga Wonosobo..

Jun
17

Siapa Mau Ikut Nulis ?

3 bulan sudah berlalu dari bulan launching web ini, belum ada kemajuan yang berarti.. [Sedih Mode = On ]. Sungguhpun admin sangat ingin menulis dan menulis tapi apa yang mau ditulis ? salah siapa coba ? salah adminnya kah ? he he …. ya maaf. Selama ini emang jarang banget bisa kumpul” ketemu ma temen” Ikamawon padahal pertengahan mei kemarin udah balik di Jogja lagi. kabarin donk kalo mau kumpul” lagi, sebentar lagi adminnya juga kedaftar sebagai mahasiswa lagi kok jadi boleh gabung ke Ikatan MAHASISWA Wonosobo lagi kan ??

he he…muter” postingnya, padahal cuma mau bilang. Ayo” siapa yang mau ikutan ngisi di web ini. Nanti tak bikinin account dan tak ajari wes carane nganggo. Syarate domisili di Jogja donk, apa perlu saya sewain warnet wat pelatihan heh ??? tapi bayar sendiri ya. Ok ??

tak tunggu lho, kontak aja di friend_biru@yahoo.com ato masih pada nyimpen nomerku kan ???

Mar
25

Nyuwun sewu, Mas..Mbakyu masih tak update”..

Setelah muter-muter nyari hosting gratisan yang bagus, Kemarin sempat nemu dan langsung tak coba di eexweb.com kemudian langsung tak cek juga domain co.nr nya alhamdulillah ternyata masih aktif meskipun dari dulu belum pernah tak pasang link balik ke web mereka. Dalam tahap itu aku masih nyari theme yang cocok dan belum punya ide banner yang bagus. Minimnya koleksi foto” karena kebetulan tak kerjain sambil nyari idenya di Aceh membuat masalah banner di atas masih acak adul, dan itupun hasil searching di google .

Nah jalan” lagi akhirnya nemu hosting yang oke punya coz hosting yang pertama menyertakan iklan 3 link dibagian bawah dan jadi keliatan banget gratisannya…he he…akhirnya ta pindah di hosting baru punyanya www.000webhost.com Dan jadilah hosting disitu dengan layanan gratisan yang oke punya, lebih cepet, dan layanannya lebih bagus. jadi alamat asli webnya ikamawon jadi ikamawon.890m.com dan baru tak link ke domainnya co.nr. jadi www.ikamawon.co.nr

Di hosting yang lama aku sempet bikin 1 posting dan pengen tak pindah ke yang dihosting yang baru, dan ternyata betapa kagetnya ketika satu posting itu udah ada yang ngunjungi dan ngasih komen, rasanya bahagia, haru plus campur malu juga.. masih testing sudah ada yang mau ngunjungi…akhirnya karena saya nda mau repot mindah komen yang udah ada, [ndadak ekport import database je..] saya copy paste kan saja komennya disini. Sekali lagi Nyuwun sewu, Mas..Mbakyu masih tak update” je.. he he…mudah”an aja cepet kelar deh.

Dan ini dia komen-komennya dari temen-temen di UII

Nia :
haee wonosobo….
eh anggota ikamawon da berapa orang?? kalo selain orang wonosobo boleh ikutan gakkk???heeeeee
eh kok slogannya ennyong deke… kok gak yang lain seh… kan kaya’e piye gitu eh tapi aku bangga ma kalian kok dah mau mengakui bahasa sendiri ya meski….hehehe
semangat!!!

Rofingatul :

cayoo cayooo deke… ennyong seneng ono ikamawon dadine tambah konco lan tambah cuci matane….
o ya………perbanyak kegiatan dunk!!!!!!!!! biar qt2 tambah deket,,,,,,jangan lupa perbanyak anggota kita.hehehe
cayooooooooooooooo!!!!!!!!!!!!! deke_Nyong@@@@@

Turnuwun yang sudah berkunjung, yang lain saya tunggu..

Mar
25

Upgrade setelah offline

Akhirnya setelah sekian lama offline dan tidak unjuk gigi, perkenankanlah saya minta maaf kepada segenap temen” IKAMAWON untuk semua itu. Kendala hosting dan manajemen portal yang lalu memang menjadi masalah ketika ternyata cukup sulit untuk meluangkan waktu saling berbagi belajar bagaimana memanajamen joomla. Akhirnya dengan terpaksa portal IKAMAWON pun dirombak dan kali ini dengan engine wordpress harapannya bisa lebih simpel dan dan mudah bagi temen” untuk belajar mengelola. Sebetulnya ada ide juga dikembangkan dengan model forum tapi saya khawatir lama” kita akan kehilangan topik” menarik dan akhirnyapun jadi kuburan juga.

So, mudah”an meski sederhana, website ini nantinya akan berguna untuk sekedar mengikat erat persaudaraan anak” wonosobo di Jogja, saling berbagi dan mengerti itulah guna persaudaraan. saya tunggu kontribusi dan dukungan dari teman-teman semua.